|
Friday, 04 July 2008 |
International Federation Of Oto Rhino Laryngology (IFOS) yang berkedudukan di Belgia pada tanggal 5 Agustus 1994 secara resmi mengakui PKTGK sebagai IFOS/ISA (International Society Of Audiology)/ HI (Hearing International) Centre. Dengan mempertimbangkan kegiatan PKTG yang telah dilaksanakan maka pada tanggal 14 oktober 1998 WHO menetapkan PKTGK sebagai WHO Collaborating Centre : Jakarta Centre For Ear Care and Communication Disorder (CC 161).
Sampai tahun 2005 hanya ada 2 WHO Collaborating Centre di Asia Tenggara (Jakarta dan Bangkok). Atas jasa-jasa membantu PKTGK dan pengembangan Proyek kesehatan Telinga di Indonesia, Prof Jun Ichi Suzuki di anugrahi penghargaan Ksatria Bhakti Husada oleh Menkes RI pada tahun 1998 dan penghargaan DOktor kehormatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2007.
Setelah melakukan evaluasi terhadap kegiatan PKTGK pada tanggal 19 Juli 2004 WHO memperpanjang status WHO Collaborating Centre. Selain pengembangan diri di centre juga berperan dalam membantu pengembangan sentra pendengaran lainnya di Indonesia melalui Hearing International Japan Otologi Project in Indonesia dengan mengirimkan 15 dokter ahli THT (1995-2000) Jepang sebagai tenaga ahli. Hal ini masih berlangsung hingga saat ini, kegiatan serupa juga dilakukan dengan mengirimkan dokter spesialis THT ke Jepang selama 2-3 Bulan, Kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta saat ini terus ditingkatkan dengan melakukan pemberian pelayanan tht bekerjasama dengan bagian THT FK Unpad di BKMM Cikampek Jawa Barat. PKTGK jjuga mengkoordinasikan bantuan peralatan antara lain untuk RSAB Harapan Kita, RS Fatmawati, Puskesmas Kec. Tambora Jakarta, RS Muwardi Solo, RS. Wahidin Makasar, RS Sanglah Bali berupa peralatan operasi bedah telinga dan peralatan lain.
|
|