|
Friday, 04 July 2008 |
PKTGK sebagai salah satu sentra WHO diwajibkan untuk mengembangkan program kesehatan telinga melalui pendidikan dan pelatihan. Sejak didirikan PKTGK berperan aktif dalam mendidik mahasiswa FKUI maupun PPDS THT FKUI. Kepada mahasiswa FKUI diajarkan dan diperkenalkan proses pengembangan mendengar dan berbicara. Gangguan yang terjadi selama proses perkembangan dan dampaknya, juga tentang metode sederhana sampai yang paling mutahir dalam melakukan deteksi dini gangguan pendengaran/ketulian serta gangguan bicara.
Para PPDS THT diharuskan untuk mampu mengoperasikan instrument untuk deteksi dini pendengaran menganalisa dan pentalaksanaan habilitasi/ rehabilitasi selanjutnya. PPDS THT juga diharuskan bekerja lapangan yang sesungguhnya di daerah binaan : PUSKESMAS kecamatan Tambora-Jakarta Barat melalui program Primary Ear Care Skrining gangguan pendengaran murid SD sebagai kegiatan terpadu dengan upaya kesehatan sekolah (UKS). Kegiatan lain berupa pengamatan ke sekolah luar biasa (SLB-B) Santi Rama. Kegiatan Pelatihan juga diberikan untuk dokter dan perawat PUSKESMAS, teknisi alat bantu dengan dan masyarakata terutama orang tua penderita gangguan pendengaran.
Pelatihan teknis dan transfer oh teknologi dilakukan untuk dokter tHT dari daerah baik yang bersifat insidentil (Pelatihann Brainsteam Evoked Rspose Audiometry, Oto Acoustic Emission) maupun secara berkala untuk melengkapi temporal bone dissection course yang diselenggarakan 2 kali setahun. Sejak berdirinya PKTGK juga aktif membantu proses belajar dan mengajar di akademi terapi wicara (ATW). Mulai tahun 2002 PKTGK bekerja sama dengan Yayasan Bina Wicara menyelenggarakan pendidikan D3 Audiologi melalui Akademi Audiologi Indonesia (AAI). Lulusan AAI dibutuhkan untuk melaksanakan pemeriksaan pendengaran di RS sentra alat bantu dengan dan industry.
|
|