|
Monday, 16 June 2008 |
THT komunitas itu sebenarnya apa ? apa sajakah ruang lingkup tht komunitas ? Apa sajakah yang harus diketahui tentang tht komunitas ?
THT komunitas pada intinya adalah suatu subdepartemen dibawah departemen THT kegiatan yang kami lakukan adalah melakukan kegiatan skrining pendengaran baik pada pekerja, anak sekolah dan bayi baru lahir. Kegiatan lain yang kami lakukan adalah melakukan pemeriksaan THT lain dengan bekerja sama dengan sub departemen lain seperti alergi, rhinologi, laring faring, endoskopi, plastik dan sub departemen lain baik THT atau departemen lainnya. Saat ini di subdepartemen tht komunitas lebih banyak melakukan deteksi dini pendegaran pada anak serta masalah komunikasi lainnya.
Bila ada butuh informasi lanjut dapat menghubungi THT KOMUNITAS di 021 3912257
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Saya memiliki bayi kembar lahir pada usia kehamilan 37 minggu, berusia 3 bulan. Sewaktu lahir di test OAE telinga kiri keduanya REFER. Dengar-dengar emisi rambut koklea dapat tumbuh dengan sendirinya apa benar? Jika saat test kembali tetap REFER di kuping KIRI, apakan kuping KANANnya juga akan menjadi REFER? Biasanya pemakaian hearing aid berapa lama? apa anak saya akan menjadi tuli?
PERLU DIKETAHUI : skrining pendengaran TIDAK berarti DIAGNOSIS PASTI. Bagaimana dengan hasil OAE berikutnya dan hasil pemeriksaan BERA ? (upayakan pemeriksaan BERA dengan frekuensi yang spesifik/ diketahui ambang pendengaran beberapa frekuensi). Emisi sel rambut bisa bertambah baik bila proses maturitas masih berlangsung atau sebaliknya bisa bertambah jelek bila ada faktor eksternal tambahan yang mengganggu ( obat ototoksik, virus). Oleh karena itu sebelum usia 3 bulan perlu beberapa kali tes OAE. Jadi telinga kanan bisa saja REFER. Saat ini ( usia 3 bulan) sudah harus dipastikan ada/ tidaknya gangguan pendengaran; paling lambat usia 6 bulan. Setelah DIPASTIKAN tuli baru dipertimbangan habilitasi (a.l. dengan hearing aid). Pada tuli derajat berat, Hearing Aid digunakan selamanya.
Ronny Suwento
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Apa saja program habilitasi ketulian dan bagaimana mendeteksi secara dini gangguan pendengaran ?
Habilitasi pendengaran (memberikan fungsi pendengaran yang seharusnya dimiliki seseorang) ditujukan utk bayi / anak yang belum memiliki kemampuan/ pengalaman mendengar sebelumnya. Dilakukan bila sudah dipastikan mengalami ketulian. Program ini berupa (1) amplifikasi ( memperkeras input suara) misalnya melalui berbagai pilihan (alat bantu dengar (hearing aid) bila tidak berhasil perlu dipertimbangkan implantasi koklea ( memasukkan kabel elektroda ke dalam rumah siput/koklea, melaui operasi). (2) Auditory training(latihan mendengar) dan (3) Latihan Wicara (pilihan :Speech therapy, Auditory Verbal Therapy, Sensory Integration).
Deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi sudah DIMULAI SEJAK USIA 2 HARI ( sebelum keluar dari RS), bila hasilnya refer (gagal) atau ada faktor risiko (misalnya lahir kuning, berat badan kurang dari 1500 gr, waktu hamil ibu mengalami infeksi toksoplasma atau Rubela) perlu pemeriksaan pendengaran lanjutan pada usia 1 dan 3 bulan. Pada USIA 3 BULAN SUDAH HARUS DIPASTIKAN ADA/TIDAKNYA GANGGUAN PENDENGARAN sehingga HABILITASI SUDAH DIMULAI SEBELUM USIA 6 BULAN. dengan habilitasi yang baik diharapkan KEMAMPUAN WICARA PADA SAAT USIA 3 TAHUN BISA MENDEKATI ANAK NORMAL.
Pemeriksaan pendengaran HARUS menggunakan cara cara yang obyektif ( sensitivitas mendekati 100%) yaitu Oto Acoustic Emission (OAE) dan BERA ( Brainstem Evoked response Audiometry) . OAE untuk menentukan fungsi sensor bunyi rumah siput pada ( usia 2 hari , 1 dan 3 bulan). BERA utk menentukan menilai reaksi saraf pendengaran terhadap bunyi dari luar ( diperiksa saat usia 1- 3 bulan). Skrining pendengaran secara masal dan berkala juga dilakukan pada murid sekolah dan pekerja industry (risiko terpapar bising) dengan tehnik/ metode berbeda (dengan bayi/ anak)

|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Usia saya 35 tahun, telinga saya kiri & kanan kadang mengeluarkan cairan kuning & kadang agak berbau dan sudah terjadi sejak saya SD namun tidak selamanya keluar, kadang hilang dan timbul. kadang waktu timbulnya lama kadang tidak. kalau sudah kambuh telinga saya seperti berada didalam air, namun pendengaran masih normal. Pemeriksaan THT mengatakan gendang telinga saya ada lubang mungkin setitik jarum dan perlu dioperasi (ditutup). Saya masih ragu untuk tindakan tersebut, karena takut akan efek yang ditimbulkan setelah operasi tapi memang sudah agak mengganggu saya sekian lama dan saat ini telinga kanan saya sakit & menyebabkan pusing kepala. Apakah setelah operasi tidak akan timbul gejala yang sama. Apakah ada cara lain selain oparasi dan haruskah saya bersihkan telinga diTHT secara periodik. Mohon sarannya.
Bila memang gendang telinga berlubang (jalan keluar cairan dari ruang telinga tengah)dan sudah berlangsung puluhan tahun anda mengalami Otitis Media Supuratif Kronis. Tindakan operasi utk menambal gendang telinga dianjurkan utk mencegah masuknya material dari luar ( air ketika mandi) ke ruang telinga tengah yang akan membuat kambuh. Kalau dilakukan pemeriksaan pendengaran (Audiometri) saya perkirakan sudah ada gangguan pendengaran walaupun derajat ringan. Gejala pusing ? mungkin yang dimaksud vertigo ( oyong, 7 keliling) akibat radang pada alat keseimbangan yang merupakan komplikasi penyakit ini. Sebelum operasi tentu akan dibuat foto Rontgen sekitar telinga ( CT scan lebih dianjurkan) sehingga risiko pasca operasi bisa di prediksi. Cara lain yang tidak di operasi ? pastikan dulu ( pemeriksaan Rontgen/ CT scan) apakah ini tipe jinak? atau tipe berbahaya ? Kalau tipe berbahaya ( sudah ada komplikasi vertigo?) tentu perlu operasi. Tindakan membersikan telinga(sendiri) adalah salah satu penyebab kambuhnya penyakit ini, karena risiko terdorongnya kotoran masuk ke dalam telinga tengah melalui lubang di gendang telinga).

|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Anak saya usia 5 tahun, 1 bulan belakangan ini pendengarannya agak terganggu. Setelah dicek ke THT (grafik pendengaran & rontgen hidung serta telinga) grafiknya flat dan adenoidnya membesar. Setelah melalui 1 minggu pengobatan grafik pendengaran meningkat walau belum sempurna dan dokter THT sarankan operasi tetapi dokter anak tidak selama belum terlalu mengganggu sekali dan dilihat ada perkembangan setelah 1 minggu diberi pengobatan. Berat badannya 12,5 Kg. Apakah yang sebaiknya saya lakukan ?
Agaknya putra ibu mengalami masalah dengan telinga tengah. Apa yang dimaksud dengan grafik pendengaran? Kalau yang dimaksud dengan pemeriksaan Timpanometri – berarti ada cairan di dalam liang telinga; berarti target pengobatan adalah mengupayakan cairan tersebut tidak ada lagi. Namun bila yang dimaksud dengan Audiometri ( menentukan ambang pendengaran) , flatnya pada ambang dengar berapa desibel?. Kalau pengobatan gagal, perlu dipertimbangkan untuk mengeluarkan cairan (bila ada) misalnya dengan memasang pipa kecil yang menembus gendang telinga ( pipa ventilasi). Pertimbangan operasi amandel adalah untuk menghilangkan sumber infeksi ( penyebab gangguan pada telinga tengah), sebab bila kejadian ini berulang kali dapat mengganggu perkembangan anak berbicara dan berbahasa.
Ronny Suwento
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Saya sakit flu seminggu, banyak lendir/ingus yang keluar dari hidung. Pada hari ketujuh telinga menjadi budek. Saya ke THT, katanya gendang telinga bengkak dan kemasukan cairan. Telinga kanan dan kiri saya ditusuk dengan jarum, terasa sakit tapi rasa budek (terutama yang kiri) belum hilang. Gejala apa ini ?
Pilek yang mengganggu hidung anda ( usia anda berapa tahun? ) ternyata juga mengganggu telinga tengah anda; apakah sudah dibuat Audiometri? untuk menentukan derajat gangguan pendengaran dan Timpanometri untuk memastikan kondisi telinga tengah. Dugaan saya, waktu ditusuk (gendang telinga) karena telinga tengah terisi cairan; karena telinga tengah dan hidung/tenggorok di hubungkan oleh saluran tuba Eustachius. Kalau terjadi berulang kali tentu perlu dipertimbangkan untuk membuat drainase melalui pipa kecil dari telinga tengah, menembus gendang telinga dan keluar di liang telinga. Pemasangan pipa ventilasi ini dengan operasi kecil (bius lokal). Tapi bila berlangsung lama cairan bisa mengental sehingga utk mengeluarkannya diperlukan tindakan pembedahan untuk mencapai telinga tengah. Namun tetap diupayakan agar pilek tidak terlalu sering berulang.
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Bayi saya berumur 10 bulan, dalam sebulan ini dia kena flu batuk, bahkan ingusnya banyak kalau dia lagi bersin karena flu dia sering bolak-balik menderita panas, memang paling tinggi 38. Setelah 1 bulan itu (dia tetap flu dan pilek) dari telinganya keluar cairan seperti ingus tapi tidak berbau sama sekali langsung saya rujuk ke dokter langganan keluarga saya (karena dokter THT hanya 1 di daerah saya dan sulit ditemui) katanya jangan ditetes karena itu cairan, kalo ditetes makin susah keringnya yang diberikan dokter obat antibiotik yaitu novatusin dan cefabiotik tapi 1 minggu juga belum sembuh memang frekuensinya keluar sudah berkurang dan kemarin saya rujuk lagi dokter menyarankan obatnya diteruskan dan ambil kembali ke apotik sebenarnya apa yang diderita bayi saya? kira-kira apa penyebabnya ?
Agaknya putra ibu mengalami infeksi/peradangan di ruang telinga tengah atau OTITIS MEDIA. Salah satu tandanya adalah pengumpulan cairan di ruang telinga tengah; cairan tidak bisa keluar karena saluran tuba Eustachius - yang mestinya berperan utk mengalirkan cairan ke hidung/tenggorok - mengalami sumbatan akibat pilek radang tenggorok . Karena cairan bertambah terus (selama 1 bulan lho !), akibatnya ruang telinga tengah tidak mampu menampung cairan. Sehingga jumlah cairan tsb cukup kuat utk menjebol gendang telinga, akhirnya cairan menemukan jalan keluar (yang tidak seharusnya) ke liang telinga seperti yang ibu saksikan. Jadi kemungkinan saat ini putra ibu gendang telinganya sudah mengalami robekan. Penyebabnya ya itu tadi, pilek lama atau radang tenggorok yang tidak sembuh sehingga menyumbat muara tuba Eustachius. Solusinya: hilangkan/ obati faktor penyebab sampai tuntas. Biarkan cairan keluar sampai habis, dokter kan menyedotnya dan/atau memberi obat cuci telinga. Ibu juga dapat membersihkan cairan yang terlihatdi liang telinga dengan cotton bud atau tissue dengan cara cara yang bersih. Gendang telinga yang robek masih mungkin menutup lagi bila robekan tidak besar, dan selama proses perbaikan gendang telinga ini upayakan agar anak tidak terserang pilek atau radang tenggorok.
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Gangguan wicara seperti apa yang terjadi pada anak dislogi dan apa yang di maksud afasia perkembangan ?
Dislogia : gangguan wicara akibat Mental Retardasi dan Psiko Sosial / Autisme
Gangguan wicara harus di test dulu dengan :
- TDDGKB ( test deteksi dini gangguan kemampuan berkomunikasi )
- Test Artikulasi
- P.K.W (pemeriksaan kemampuan wicara)
Biasanya Dislogia, MR, terjadi S.O.D.A (Subtitusi, Omisi, Distorsi, Adiksi) pada wicaranya. Sedangkan Dislogia psiko Sosial/Autisme, bicaranya jargon. Juga pemeriksaan IQ untuk psikologi.
Afonia perkembangan adalah gangguan bahasa pada masa perkembangan bahasa dan bicara anak. Biasanya anak afonia perkembangan melalui masa vokal reflektion, babling, lalling, echolalia, true speech, kemudian hilang, kadang – kadang hanya sampai echolalia hilang.
Dr. Rosmadewi Amd TW. M.Pd

|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Anak saya laki-laki, usia 4 tahun di telinga kirinya tidak begitu jelas, saya periksa ke dr THT, katanya ada amandel dan diminta untuk operasi, setelahnya, saya kembali periksa, audiometri dll, telinga kirinya masih mendengar, saya tanya dokternya apa perlu alat bantu dengar, dr bilang tidak, hanya disarankan untuk dilatih pendengaran kirinya, saya bingung, apakah pendengaran bisa dilatih? sekarang anak saya umur 7 tahun, telinga kirinya tambah parah, kalau diajak bicara kuping kanannya yang dia andalkan, saya kembali ke dr THT dimaksud dulu, saya konsul lagi, jawabnya tetep sama, tidak perlu ABD, hanya perlu dilatih tapi tidak ada masukan bagaimana melatihnya, terus terang saya kadung kesel, waktu saya tanya anak saya bilang, kuping kirinya dengar (pelan) tapi tidak merupakan kata-kata, tapi-kira2, seperti radio tidak pas tuningnya, gimana dok, ada masukan? apa yang harus saya lakukan ?
Bagaiman perkembangan wicara sang putra saat ini apakah sama dengan teman-teman yang seusia? Atau tertinggal jauh? Kalau ya“ temui ahli terapi wicara (speech therapist). Apa tempo hari sudah jadi operasi amandel? Dugaan saya pada saat usia 4 tahun ada infeksi atau ada cairan (alergi?) di telinga tengah akibat amandel.
Tentu saya ingin melihat Audiometri yang telah dibuat, alangkah baiknya juga diperiksa timpanometri untuk melihat ada cairan di telinga tengah. Kalau memang ada cairan tentu bisda dikeluarkan atau dipasang pipa untuk mengeluarkannya melalui gendang telinga Untuk ABD bisa ya bisa tidak perlu tergantung derajat gangguan pendengaran, perlu diperhatikan bahwa tidak terlalu mudah memasang ABD jika telinga sisi lainnya normal Tempat terdekat dari Cilacap adalah Semarang; ibu bisa ke Bag THT RS Karyadi temui dr Pujo Widodo, dr Yuslam atau Dr Dwi Antono. Mereka sudah biasa menghadapi kasus seperti anak ibu. Dr Pujo bisa dihubungi lewat email ;
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Kalau memang ada gangguan wicara, ya segera ke Semarang sehingga kemampuan wicaranya bisa di perbaiki.
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Saya pria usia 23 tahun. Saya mengalami cacat suara yang menyebabkan cara berbicara saya sengau dan kurang bisa difahami semua orang, ini faktor bawaan dari lahir, bibir saya normal tidak sumbing, melainkan anak lidah saya terbelah dua dan kecil tidak seperti orang normal yang anak lidahnya satu yang bentuknya seperti air yang hendak menetes yang mau saya tanyakan :
1. Selain anak lidah saya yang abnormal, apalagi kelainan pada organ suara saya yang menyebabkan saya begini ?
2. Apakah ada peluang bagi saya untuk bisa berbicara seperti orang normal meskipun saya harus menjalani operasi ?
3. Tolong imformasikan ke saya apa bila ada dokter atau rumah sakit yang kemungkinan besar dapat mengatasi masalah saya ini baik didalam ataupun diluar negeri ?
- Pita suara tidak ada masalah
- Bisa berbicara mendekati normal, melalui operasi anak tekak dan latihan wicara, sebelum dan setelah operasi dilakukan test Nasalance, kemudian terapi wicara.
- THT Komunitas RSCM Jakarta Telp. 021 – 3912257
Dr. Rosmadewi Amd TW. M.Pd

|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Monday, 16 June 2008 |
Anak saya usia 3 bulan dan terkena virus rubella pada masa kehamilan dan minggu yang lalu sudah dioperasi katarak pada kedua matanya, pada pendengarannya sudah di test Oto Acoustic Emission (OAE) hasilnya could not be detected pada kedua telinga. Apakah anak saya sudah divonis tidak bisa mendengar selamanya? apakah ada alat bantu dengar selain di implant ?
Biasanya hasil OAE hanya menunjukan hasil pass atau refer untuk menilai keadaan dari rumah siputnya. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk screening pendengaran sebagai tapisan awal, untuk mengetahui bagaimana fungsi pendengarannya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti BERA/ ASSR. Hasil could not detected berarti hasilnya belum dapat dinilai karena kemungkinan bayinya terlalu banyak bergerak atau mungkin terdapat kotoran pada telinganya sebaiknya pemeriksaan tersebut diulang untuk dapat menentukan alat apa yang cocok. Masih banyak pemeriksaan yang akan dilakukan kami di THT Komunitas dapat melakukan pemeriksaan tersebut semuanya, bila ibu/bapak belum jelas ibu dapat menghubungi kami di RSCM.
Ronny Suwento/ Tri Juda Airlangga
|
Last Updated ( Monday, 16 June 2008 )
|
|
Sunday, 15 June 2008 |
Lubang telinga kanan anak saya tidak terbentuk. Saya masih belum tahu bagaimana solusinya ?
Untuk telinga yang tidak terbentuk sebaiknya dilakukan pemeriksaan awal untuk memastikan bagaimana pedengarannya biasanya dengan menggunakan BERA Bone untuk menilai ambang dengar walaupun terdapat gangguan pada pembentukan telinganya, diperlukan juga tindakan CT Scan uintuk menilai bagaimana keadaan di telinganya seperti pembentukan tulang-tulang pendengarannya untuk tindakan operasi miungkin dilakukan beberapa tahap pertama, pembentukan liang telinga terlebih dahulu dilanjutkan pembuatan frame pada daun telinga bisanya dilakukan pada usia yang lebih besar. Untuk lebih jelasanya sebaiknya ibu/bapak datang ke sub departemen plastik reconstruksi dan THT komunitas di RSCM Jakarta.
|
Last Updated ( Sunday, 15 June 2008 )
|
|
Sunday, 15 June 2008 |
Bagaimana polip hidung sering kambuh ?
Untuk polip yang sering kambuh sebenarnya tergantung dari jenis polipnya, bila pencetusnya adalah alergi maka gejala alerginya harus ditangani dengan baik biasanya menggunakan terapi jangka panjang untuk mencegah kekambuhannya tetapi bila jenisnya adalah non alergi bila sudah di operasi sampai bersih biasanya jarang kambuh kembali, untuk lebih jelasnya dapat menghubungi bagian THT setempat.
Dr. Niken Lestari Sp THT
Sub Dep Alergi THT FKUI RSCM

|
Last Updated ( Sunday, 15 June 2008 )
|
|
Sunday, 15 June 2008 |
Bagaimana mengetahui/mendeteksi kalau balita kita itu tuli/tidak mendengar?. Anak saya kadang-kadang kalau dipanggil tidak menoleh, tapi sangat suka menonton TV. Apakah saya tetap harus tes bera ? atau ada tanda-tanda khusus yang dapat mengindikasikan harus ada pemeriksaan lebih lanjut ?
Untuk mengetahui apakah anak kita mengalami gangguan pendengaran atau tidak diperlukan suatu pemeriksaan baik berupa pemeriksaan yang bersifat obyektif ataupun subyektif. selain itu kita harus mengetahui perkembangan bicara dan mendengarnya, kami tetap menganjurkan untuk tetap di lakukan pemeriksaan pendegaran untuk kasus pada anak ibu.
Tri Juda Airlangga

|
Last Updated ( Sunday, 15 June 2008 )
|
|
Sunday, 15 June 2008 |
Umur saya 28 tahun, saya tinggal dan menetap di aceh, saya punya masalah dengan pendengaran sebelah kanan, semenjak kecil pendengaran saya masih normal,sudah 3 tahun ini saya merasa lain di telinga kanan saya dan tidak dapat mendengar sedikitpun yang terdengar hanya gemuruh aja, kalo sebelah kiri masih bisa mendengar jelas, mau saya berobat ke dokter specialis THT di tempat saya belum ada, harus pergi ke ibukota propinsi dan ongkosnya tak terjangkau oleh keuangan saya, mungkin ada solusi untuk saya bisa difungsikan kembali telinga kanan saya ?
Dengan info yang terbatas dari anda dan tanpa data audiometri saya coba jawab. bila kejadiannya tiba-tiba mungkin 3 tahun yang lalu anda mengalami tuli mendadak (sudden deafnes), biasanya akibat virus atau gangguan sirkulasi darah ke rumah siput (cochlea) apalagi bila diawali infeksi virus sebelumnya ( pilek?). Pada pemeriksaan audiometri terdapat penurunan ambang pendengaran yang bermakna terutama pada nada tinggi. Untuk saat ini upayakan pemeriksaan Audiometri (tidak mahal) di Banda Aceh. Kalau ini yang terjadi kemunkinan tulinya sudah menetap karena kasus seperti harus segera mendapat pengobatan 24 – 48 jam setelah kejadian. Kalau pendengaran yang sisi lain normal, anda tetap bisa berkomunikasi, upayakan mendengar bunyi dari sisi kiri. Pada kondisi ini memang anda sulit melokalisir bunyi yang berasal dari kanan ( atur posisi meja kerja anda, dengan telinga kanan dekat ke dinding atau sisi dimana orang lain tidak berada pada posisi tersebut). Alat bantu dengar (Hearing aid) mungkin bisa membantu tapi seandainya belum ada biaya, biasakanlah mendengar dengan satu telinga sambil anda menabung. Jadi jangan berkecil hati atau rendah diri karena sesungguhnya anda tetap masih bisa mendengar
Ronny Suwento
|
Last Updated ( Sunday, 15 June 2008 )
|